Home
novita.JPG
Browse this website in:
Home
Official Site
News
Links
Contact Us
News Feeds
Downloads
Admission for SD, SMP, SMA
Admission for Kindergarten
Kurikulum KTSP
Video Streaming SIB
YouTube SIB Bangkok
Daftar Buku T.P. 2019/2020
Mid Semester
Count to
March 9, 2020, 8:00 am
Time left
0 days
0 hours
0 minutes
Login Form





Lost Password?
No account yet? Register
Statistic
428,592Visitors:
57Visitors today:
67Visitors yesterday:
78.60Visitors per day: Ø
2.46Page views per visitor: Ø

Announcements

Ekstrakurikuler
  • Kegiatan Ekstrakurikuler untuk SD Kelas 1 s/d 6 dilaksanakan setiap Pukul 15.30-17.00 hari Senin=Gamelan dan Renang, Selasa=Sepak Bola, Rabu=Pencak Silat, Kamis=Tari Tradisional dan Tahsin Quran, dan Jumat=Pramuka Pukul 14.00-16.00 dan Badminton.
  • Kegiatan Ekstrakurikuler untuk SMP dilaksanakan setiap hari Senin=Gamelan, Selasa=Pencak Silat, Rabu=Sepak Bola dan Batik, Kamis=Tari Tradisional dan Tahsin Quran, dan Jumat Latihan Pramuka Pukul 14.30-16.00 dan Badminton.
  • Kegiatan Ekstrakurikuler untuk SMA dilaksanakan setiap hari Senin=Gamelan dan Tahsin Quran, Selasa=Pencak Silat, Rabu=Sepak Bola dan Batik, Kamis=Tari Tradisional, dan Jumat Latihan Pramuka Pukul 14.30-16.00 dan Badminton.
 
Tari Giring-Giring dan Pencak Silat Meriahkan Pre-Indonesian Day Sekolah Indonesia Bangkok 2020
Wednesday, 11 November 2020

(Bangkok, 13 November 2020) Sekolah Indonesia Bangok, sebagai sekolah Indonesia yang berada di luar negeri selain menjadi tempat untuk menimba ilmu bagi setiap pelajar Indonesia, juga menjadi media diplomasi budaya Indonesia untuk masyarakat setempat khususnya di Thailand. Pada kesempatan itu, Sekolah Indonesia Bangkok mendapat undangan resmi dari Thamasat University, untuk mengisi acara dalam rangka diplomatic relationship Indonesian Day. Untuk mempersiapkan dan memaksimalkan tampilan yang akan disaksikan oleh banyak orang, maka Sekolah Indonesia Bangkok berinisiatif mengadakan acara pre-Indonesian Day yang bertujuan untuk memaksimalkan dan memberikan kesempatan latihan tampil langsung bagi siswa yang akan menari di acara Indonesian Day. Pre-Indonesian Day, dihadiri oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Bangkok, Prof. Dr. Mustari, M.Pd., Darmawanita, Ketua Komita dan juga orang tua dari siswa yang akan tampil menari di Thamasat University. Pada kesempatan itu, Atdikbud KBRI Bangkok memberikan arahan dan wawasan tentang pentingya diplomasi budaya dan bahasa, baik yang secara langsung maupun yang tidak langsung, karena dengan berdiplomasi akan berdampak pada semakin eratnya hubungan bilateral kedua negara. Setiap warga negara yang berada di luar negeri, berarti menjadi perwakilan wajah dari jutaan rakyat Indonesia, maka sudah menjadi kewajiban untuk setiap siswa memiliki kemampuan dalam berbudaya ataupun berbahasa. Acara pre-Indonesian Day, selain menampilkan Tari Giring-Giring yang dibawakan oleh Ailen (Kelas 10 SMA), Salsa (Kelas 11 SMA) dan juga Aura (kelas 8 SMP) sebagai tampilan utama, ada tampilan budaya lainnya, yaitu penampilan pencak silat, seni tungggal oleh Alifia (kelas 10 SMA) yang mendapat juara 1 tingkat SILN dan akan mewakili SILN untuk final tingkat nasional. Kemudian penampilan Story Telling dari Deana (SMA kelas 11 SMA) dan Darril  (kelas 10 SMA) menambah seru acara. Selanjutnya workshop Angklung yang dibimbing langsung oleh Bu Bany (guru SBK) meramaikan suasana. Pada akhir acara, di tutup dengan workshop  pembuatan tempe yang disampaikan oleh Bu Muslimah, Bu Inra dan Bu Agustina, pemaparan tentang tempe, proses pembuatan dan kandungan gizi yang ada di dalam tempe. Serta beberapa guru yang turut serta mempersiapkan keberlangsungan acara makan tempe mendoan bersama yang langsung disiapkan oleh Bapak Didit, Bu Intan, Bu Intan, dan Bu Nurul menambah kehangatan suasana Acara berlangsung meriah, dengan diakhiri beberapa masukan dan evaluasi langsung dari Atdikbud tentang acara pre-indonesian Day, supaya bisa menampilkan yang terbaik dan lebih baik lagi ke depannya. (Rdp)

 
Semarak Hari Pahlawan di Sekolah Indonesia Bangkok 2020
Tuesday, 10 November 2020

(Bangkok, 10 November 2020) Robek-robeklah badanmu, potong-potonglah jasadku, tetapi jiwaku yang dilindungi benteng Merah Putih akan tetap hidup, tetap menuntut bela, siapapun lawan yang dihadapi. Tentara bukan merupakan suatu kalangan di luar masyarakat, bukan suatu kasta yang berdiri di atas masyarakat.” Suara menggelegar membacakan kutipan kata-kata mutiara dari Jenderal Soedirman dan dari tokoh-tokoh nasional yang dibacakan oleh beberapa siswa dengan penuh semangat dalam rangka memeriahkan hari pahlawan. 10 November menjadi peristiwa penting dan bersejarah bagi Republik Indonesia, yang juga menjadi kewajiban bagi setiap generasi untuk mengetahui  serta mendalami makna perjuangan para pahlawan. Sebagai rangka mengisi dan terus meningkatkan semangat perjuangan para generasi, Sekolah Indonesia Bangkok mengadakan berbagai acara dengan tema besar “Pahlawanku Sepanjang masa”, pada pagi hari beberapa perwakilan guru dan siswa mengikuti upacara bersama dengan pegawai KBRI Bangkok, yang dilanjutkan dengan penampilan parade pembacaan kutipan kata mutiara oleh siswa, menyayikan lagu gugur bunga yang dibacakan oleh Ailen, dan diakhiri dengan lomba cerdas cermat tentang Pahlawan. Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Bangkok, Prof. Dr. Mustari, M.Pd. turut hadir memberikan dukungan dan menyampaikan pesan dalam sambutannya akan pentingnya menjadi pahlawan di masa pandemi, pahlawan sesungguhnya dan pahlawan sekarang adalah yang berjuangan bersama melawan wabah dengan tetap menaati protokol kesehatan. Selain itu, selaras dengan itu sambutan Kepala Sekolah Indonesia Bangkok juga menyampaikan rasa syukur serta memotivasi siswa untuk terus mendedikasikan semua aktivitas untuk bangsa dan negara yang pada ujungnya adalah juga bisa menjadi bagian dari pahlawan itu sendiri. Kepemimpinan otentik berani menjadi dirinya sendiri. Dalam konteks keindonesiaan, pemimpin yang otentik harus mampu mengaktualisasi nilai-nilai kepahlawan bangsa yang dilandasi jiwa gotong-royong.   Gotong-royong dalam persepsi rakyat merupakan pembantingan tulang bersama, pemerasan otak dan keringat bersama, perjuangan bantu-membantu bersama. Dan harusnya keadilan sosial dan ekonomi juga harus dinikmati bersama, bukan dinikmati oleh sekelompok golongan. Napak tilas dialektika perjuangan para pahlawan bangsa, sangat kentara kepemimpinan otentik pada diri mereka sangat dipengaruhi oleh faktor pendidikan. Tokoh pergerakan nasional pra-kemerdekaan seperti dokter Soetomo hingga Bung Hatta mengalami kematangan jiwa kepemimpinan mereka setelah menempuh pendidikan di luar negeri. Dengan adanya kegiatan dan peringatan yang berkaitan dengan kepahlawanan, akan memberikan dampak positif dan semangat bagi setiap siswa utamanya karena berada di luar negeri untuk menjadi pahlawan, bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat bahkan dunia. Maka penting bagi setiap generasi untuk bisa turut ambil bagian menjadi pahlawan-pahlawan sekarang dan yang akan datang. (Rdp)

 
Parade Cerita Rakyat Meriahkan Acara Bulan Bahasa 2020 Sekolah Indonesia Bangkok
Wednesday, 28 October 2020

(Bangkok, 27 Oktober 2020), “ Tanah air kita satu, bangsa kita satu, bahasa kita satu, bendera kita satu”, gema rima musikalisasi puisi Jembatan karya Sutardji Colzoum Bachri yang dibawakan oleh Kepala Sekolah bersama guru Sekolah Indonsia Bangkok menutup acara parade cerita rakyat. Sebagai bagian dalam rangka menyambut Hari Sumpah Pemuda yang bertema Bersatu dan Bangkit, Sekolah Indonesia Bangkok mengadakan acara Bulan Bahasa 2020 yang dilaksanakan pada Selasa, 27 Oktober 2020 dengan tema "Mengenal Indonesia Melalui Cerita Rakyat" yang menyajikan parade drama cerita rakyat dari berbagai daerah yang dibawakan oleh siswa TK hingga SMA. Kegiatan Bulan Bahasa 2020 mendapat dukungan penuh dan apresiasi tinggi dari Atase Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia untuk Bangkok, Prof. Dr. Mustari, kemudian acara resmi dibuka langsung oleh Koordinator Fungsi Pensosbud KBRI Bangkok, Ibu Nur Rohmah sangat mendukung acara tersebut sebagai langkah dan upaya generasi muda dalam menjaga Indonesia dengan cara mengenal dan mencintai Indonesia dari ragam cerita, lagu dan bahasa yang berbeda-beda, juga selaras dengan sambutan dari ketua komite sekolah bapak Nur Salim yang melihat generasi sekarang juga harus tetap menjaga persatuan dengan berbagai cara salah satunya melalui cerita rakyat. Acara yang dikemas santai yang dibawakan oleh MC dengan merangkai drama dalam cerita membuat penonton antusias dan menikmati alur parade, selain itu, di sela-sela penampilan terdapat kuis berhadiah tentang sumpah pemuda, sehingga lebih mengenal cerita rakyat dan peristiwa sumpah pemuda.Sajian parade ditampilkan secara berurutan yang pertama dibawakan oleh Paud-TK dengan judul drama “Tiga Kata Ajaib”, kemudian Sepasang Sandal Serakah (cerita rakyat dari NTB) oleh kelas 1-2, Legenda Situ Bagendit (cerita rakyat Jabar) oleh kelas 3-4, Malin Kundang (cerita rakyat Sumatera Barat) oleh kelas 5-6, Timun Emas (cerita rakyat Jateng) oleh kelas 7-8, Legenda Telaga Bitu (cerita rakyat Maluku Utara) oleh kelas 9-10, dan Legenda Batu Menangis (cerita rakyat Kalimantan Barat) oleh kelas 11-12. Yang kemudian di tutup oleh penampilan musiklaisasi puisi oleh kepala sekolah bersama guru SIB Jembatan karya Sutardji Calzoum Bahri, dilanjutkan dengan ikrar Sumpah Pemuda diiringi lagu Bagimu Negeri. Para siswa yang lucu dan luar biasa dalam membawakan lakonnya kerap kali mengundang tawa, haru juga tangis serta decak kagum para penonton. Penampilan dari kepala sekolah bersama guru SIB juga tak kalah luar biasa., penampilan tersebut menghujamkan rasa semangat nasionalisme dalam dada setiap siswa. Salah satu yang juga istimewa dalam kegiatan Bulan Bahasa 2020 ini adalah penampilan dari delegasi sekolah mitra SIB, Santichon Islamic School. Mereka sangat antusias menyaksikan setiap pertunjukan cerita rakyat yang disajikan. Selain itu, mereka juga ikut tampil mempresentasikan salah satu budaya Thailand, yakni Lay Khrathong Festival yang akan berlangsung pada awal November. Dharma Wanita Persatuan pun turut hadir dan ikut menyemarakkan dengan tampilan lagu “Manuk Dadali”. Semangat para siswa semakin terpacu saat ada kuis tentang Cerita Rakyat dan Sumpah Pemuda. Mereka berebut dan antusias untuk menjawab pertanyaan. Lahirnya Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928 pada Kongres Pemuda II, menjadi tonggak dijunjungnya bahasa Indonesia sebagai Bahasa Persatuan, sehingga pada bulan Oktober 2020 ini diperingati sebagai Bulan Bahasa dengan tema Mengenal Indonesia melalui Cerita Rakyat yang diisi dengan berbagai penampilan apik, kreatif serta inovatif dari para siswa dan guru berlangsung dengan sukses. Dengan berlangsungnya acara ini diharapkan para siswa SIB dapat lebih mengenal dan mencintai bahasa dan budaya negeri sendiri, serta menghargai budaya negara lain di mana bumi dipijak di situ langit di junjung. (Rdp)

 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Results 1 - 4 of 606