|
Monday, 30 August 2010 |
|
Minggu, 29 Agustus 2010 adalah hari ketiga atau terakhir dari acara Pesantren Kilat Ramadhan 1431 H Sekolah Indonesia Bangkok. TIdak bedanya dengan tahun-tahun sebelumnya, kunjungan ke tempat-tempat seperti masjid, komunitas muslim dan atau panti asuhan merupakan program rutin pesantren kilat. Pada tahun ini peserta sanlat akan diajak berkunjung ke Masjid Yayasan Islamic Center, Yayasan Santichon dan Yayasan Panti Asuhan Al-Kautsar.
Setelah aktifitas keseharian bulan Ramadhan yaitu makan sahur, shalat subuh berjamaah dan persiapan pribadi, peserta telah siap menunggu keberangkatan ke tempat-tempat tersebut. Materi tentang shalat-shalat sunnah pun tidak diberikan secara materi akan tetapi praktik dilapangan yaitu shalat Tahiyatul Masjid dan Duha yang diadakan di Masjid Islamic Center. Sekitar pukul 09.30 peserta telah bergegas naik ke bis untuk berangkat pada tujuan pertama yaitu Masjid Islamic Center di Ramkhamhaeng Soi 2 yang sering digunakan oleh MMIT untuk pengajian Bapak-Bapak yang berjarak sekitar 15 KM dari KBRI Bangkok. Setelah melaksanakan shalat-shalat sunnah dilanjutkan berangkat ke tujuan kedua yaitu Yayasan Santichon. Sekitar pukul 11.00 peserta telah sampai ke yayasan tersebut yang disambut hangat oleh Ajarn Bancong bin Kassan (Ustadz Amin) dan Ajarn Sulaiman (Direktor Sekolah Santichon). Mereka memaparkan profil yayasan melalui tayangan video di Aula besar yang berkapasitas 300 orang. Sebelumnya Aula ini digunakan untuk pembinaan para mualllaf. Menurut Ajarn Bancong bin Kassan setiap tahun sekitar 500 orang yang pindah memeluk agama Islam dari kepercayaan lain. Tetapi yayasan ini tidak sekedar menerima orang luar kepercayaan Islam yang ingin belajar Islam saja (pindah agama) akan tetapi membina ke-Islamannya sampai dengan adanya ujian tulis dan praktik sebagai prasyarat yayasan memberikan sertifikat Muslim/Muslimah kepada muallaf. Peserta juga diajak untuk berkeliling sekolah setelah menunaikan Shalat Dzuhur berjamaah, dan kebetulan juga peserta sanlat melihat sendiri bagaimana pembelajaran shalat kepada para muallaf. Sekitar pukul 13.15, peserta bergegas naik ke Bus untuk melanjutkan ke Yayasan Panti Asuhan Al-Kautsar yang berjarak sekitar 60 KM dari Yayasan Santichon. Yayasan Panti Asuhan Al-Kautsar dipimpin oleh Mr. Paisarn Promyong (Ketua Komite Islam Provinsi Samutprakarn dan anggota Komite Islam Pusat Thailand) didirikan sekitar 3 tahun yang lalu sebagai panti asuhan untuk menampung korban konflik selatan Thailand dan korban tsunami yang terjadi 6 tahun lalu, juga memberikan bantuan beasiswa kepada siswa yang kurang mampu. Peserta sanlat sangat terharu dan bangga ketika melihat penghuni panti asuhan tersebut. Terharu karena mereka kebanyakan korban dari konflik selatan yang kedua atau salah satu orang tua mereka meninggal, dan kebanyakan mereka orang tidak mampu. Bangga karena mereka sangat tegar dalam menghadapi hidup yang dialami mereka. Yayasan berusaha menampung mereka dan menyekolahkan mereka. Sampai saat ini baru 40 orang dan hanya wanita saja. Yayasan ini bisa menampung hingga 80 orang. Selain menampung 40 orang tersebut, yayasan ini juga memberikan bea siswa kepada 30 orang siswa/i di Islamic College. Kendala yang dihadapi oleh yayasan ini adalah budget, Yayasan ini hanya mendapatkan dana dari lingkungan keluarga saja, tidak mendapatkan dari luar negeri. Pernah mengajukan kepada luar negeri, tetapi sempat disangka oleh beberapa pihak sebagai penggalangan dana kegiatan teroris Islam di Thailand. |
|
|
Sunday, 29 August 2010 |
 Sabtu, 28 Agustus 2010 adalah hari kedua kegiatan pesantren kilat. Setelah makan sahur yang diikuti oleh rasa kantuk tersebut, para peserta pesantren kilat kali ini tetap menunaikan ibadah Shalat Subuh berjamaah dilanjutkan dengan kuliah subuh oleh Ibu Agustina. Malam pertama pesantren kilat adalah malam yang sangat berat bagi panitia untuk mendisiplinkan tidur para peserta, wajar saja jarang sekali momen yang ditunggu-tunggu ini bisa berkumpul, bercengkrama dan tidur bersama dalam satu ruangan dengan teman-teman yang lain. Sehingga rasa kantukpun hilang sehingga ada beberapa peserta yang tidak bisa tidur hingga waktu sahur tiba. Akhirnya tidak disia-siakan waktu setelah subuh, peserta menyempatkan diri untuk berbaring dan tidur sampai waktu session pertama yaitu diskusi tentang seksualitas dan cinta yang dibimbing oleh Ibu dr. Annette d'Arqom.Pembahasan tentang seksualitas dan cinta tersebut mendapat perhatian yang hangat bagi peserta karena menyangkut masalah pribadi. Banyak peserta yang menanyakan langsung walaupun secara rahasia kepada nara sumber tentang apa yang dialaminya berhubungan dengan kesehatan pribadinya. Setelah shalat Dzuhur, peserta pun disuguhkan film perjuangan Islam Omar Muchtar, yang berjuang untuk rakyat Lybia dari penjajahan Italia selama hampir 20 tahun dan akhirnya dihukum gantung oleh pemerintah Italia dengan kalimat terakhirnya "Inna lillahi wa inna ilayhi raji'un" Hanya milik Allahlah dan hanya Allah-lah kita akan kembali". Film perjuangan ini menceritakan betapa gigihnya perjuangan menegakkan keadilan walaupun diakhiri dengan hukuman gantung. Dinamika kelompok sore hari ini dibimbing oleh Bapak Bekti Nusantara. Permainan beranekaragam yang dapat meningkatkan keseimbangan kognitif, afektif, dan psikomotor, akhirnya dapat menghilangkan rasa kantuk dan rasa haus. Setelah kegiatan ini berakhir maka tibalah saat berbuka puasa dengan iftar di sekolah, dilanjutkan shalat magrib berjamaah di masjid asy-syafiir dan dilanjutkan dengan makan bersama dengan masyarakat Indonesia di ruang A. Yani. Kegiatan peringatan Nuzulul Qur'an Ramadhan 1431 H akhirnya dimeriahkan olehpenampilan nasyid yang dibimbing oleh Ustadz M. Jamil. |
|
|
Sunday, 29 August 2010 |
|
Jumat, 27 Agustus 2010 pagi hari siswa/i SIB biasa datang ke sekolah dengan berseragam Pramuka, tapi pada hari ini mereka mengenakan pakaian muslim dan muslimah. Seperti Ramadhan tahun-tahun sebelumnya, Sekolah Indonesia Bangkok tahun ini juga melaksakan Pesantren Kilat selama 3 hari yaitu dari tanggal 27 sampai dengan 29 Agustus 2010 yang bertempat di komplek KBRI Bangkok. Fokus utama Pesantren Kilat pada saat ini adalah meningkatkan pemahaman tentang tugas dan fungsi remaja muslim dan muslimat dalam pergaulan di masyarakat.
Walaupun pesantren kilat ini dilaksanakan pertengahan bulan Ramadhan, tetapi pembahasan tentang fiqih shaum sebagai peningkatan pemahaman tentang shaum tetap sangat diperlukan. Pembukaan pesantren kilat dibuka secara resmi oleh Bapak Dubes Mohammad Hatta. Beliau berpesan bahwa pesantren kilat ini dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan peserta pesantren kilat kali ini. Setelah shalat Jum’at, materi pengenalan nasyid yang dibimbing oleh Ustadz M. Jamal menjadi materi baru pada pesantren kali ini. Peserta sanlat sangat antusias sekali terhadap nasyid yang beberapa dekade mulai dikenal oleh dunia remaja. Setelah shalat ashar, dinamika kelompok yang dipimpin oleh Bapak Didid Janu Dwiana sebagai kegiatan ice breaking. Peserta yang bukan hanya berasal dari siswa/i SIB tetapi dari luar SIB memerlukan saling kenal mengenal. Kegiatan terakhir hari pertama ini setelah shalat tarawih, diakhiri dengan persiapan penampilan Nasyid oleh siswa/i SMP dan SMA pada Peringatan Nuzulul Qur’an yang dilaksanakan keesokan harinya. |
|
|
Friday, 20 August 2010 |
|
Sudah dua tahun ini, KBRI Bangkok menyelenggaran acara syukuran peringatan Dirgahayu RI pada malam hari. Pada rangkaian acara peringatan HUT RI tahun ini bertepatan dengan bulan Ramadhan. Sehingga tidak banyak yang perlu dipersiapkan di sela-sela kesibukan beribadah dibulan suci Ramadhan ini. Malam syukuran yang diselenggarakan pada malam hari tanggal 18 Agustus 2010, Sekolah Indonesia Bangkok pun berperan aktif dalam mensukseskan kegiatan ini.
Pekik kemerdekaan pun dilantunkan oleh aubade Sekolah Indonesia Bangkok yang diikuti oleh seluruh siswa/i SIB yang sekarang berjumlah 60-an orang. Lagu Bendera yang dipopulerkan oleh Band Coklat juga dinyanyikan langsung oleh beberapa siswi SIB. Tidak kalah ketinggalan siswa/i TK dan SD kelas 1-3 dengan penampilan tarian Anak Indonesia yang dibimbing oleh Ibu Sri Ernawati. Pada kegiatan akhir syukuran sebagai mata acara puncak malam syukuran adalah penampilan tarian payung oleh Nindyashinta Maharani dan Vira Primanugrah Shakanti yang telah memukau seluruh penonton yang hadir di gedung olahraga KBRI Bangkok. Tarian ini dibimbing oleh Bapak Agus Sukina yang telah menyelesaikan tugas sebagai guru di Sekolah Indonesia Bangkok. Tarian yang mereka bawakan telah membawa harum nama Sekolah Indonesia Bangkok pada Lomba Kreativitas SILN pada tahun 2009 silam di Makassar. SIB juga dipercaya sebagai perwakilan SILN untuk lomba tarian tingkat Nasional di Indonesia, namun karena salah seorang dari penari yaitu Nindyashinta Maharani telah melebihi usia SMP sebagai persyaratan peserta penari tingkat SMP maka SILN membatalkan mengirim mereka. Disamping itu juga tarian ini sempat ditampilkan oleh beberapa even internasional, salah satunya adalah Tents for Haiti. |
|
|
Friday, 20 August 2010 |
|
Tidak bedanya dengan sekolah-sekolah di luar negeri lainnya, Sekolah Indonesia Bangkok pada tahun ini dipercaya sebagai pasukan pengibar bendera pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-65 di KBRI Bangkok. Persiapan yang telah dilakukan sejak sebulan yang lalu atau awal masuk sekolah tahun pelajaran 2009/2010 membuahkan hasil yang maksimal. Hampir setiap hari anggota pasukan pengibar bendera KBRI Bangkok mempersiapkan diri dengan latihan paskibra.
Meskipun dibulan Ramadhan, seluruhnya anggota Paskibra yang beragama Islam menunaikan ibadah puasa ditengah terik matahari yang dibimbing oleh seorang guru Bapak Solichin yang telah belasan tahun membina paskibra di Sekolah Indonesia Bangkok. Pada tahun ini komandan paskibra dipimpin oleh Abid Perwira Putra (siswa kelas IX SMP), sedangkan pengibar bendera adalah Ranadi Putra (siswa kelas X SMA), Hanny Yustika Putri (siswi kelas VIII SMP), dan Arno Germanda Putra (salah seorang siswa International School di Bangkok). Para anggota paskibra ini terdiri dari 11 orang yaitu : Fiska Farhani (siswi kelas VII SMP), Satrio Adi Negoro (siswa kelas VII SMP), Anindya Almira Nariswari (siswi kelas VII SMP), Haris Gunawan (siswa kelas VIII SMP), Putri Syifa Darmawel (siswi kelas VIII SMP), Vira Primanugrah Shakanti (siswi kelas VIII SMP), Rievanda Ayu Natasya (siswi kelas XI SMP), Ashila Fatima (siswi kelas IX SMP), Taufik Hidayat (siswa kelas VIII SMP), Nindyashinta Maharani (siswi kelas X SMA) dan Antalya Avia Ramadhina (siswi kelas IX SMA). |
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
|
| Results 1 - 9 of 107 |