Home arrow News arrow School Activities arrow Hari Keempat di Kuala Lumpur
ida.JPG
Browse this website in:
Home
Official Site
News
Links
Contact Us
News Feeds
Downloads
Admission for SD, SMP, SMA
Admission for Kindergarten
Kurikulum KTSP
Video Streaming SIB
YouTube SIB Bangkok
Daftar Buku T.P. 2019/2020
Hari Keempat di Kuala Lumpur PDF Print E-mail
Thursday, 29 November 2007
 Hari keempat di Kuala Lumpur adalah hari yang menyenangkan di Kuala Lumpur setelah berjuang membawa nama SIB di forum SILN. Jadwal hari ke-4 ini adalah persiaran (jalan-jalan) ke beberapa tempat menarik di Kuala Lumpur. Kunjungan pertama kami adalah ke KLCC (menara kembar) sebagai icon Malaysia. Sekitar pukul 10 pagi kami telah tiba untuk melihat menara kembar petronas yang merupakan kebanggan masyakarat Malaysia. Kami disana hanya 2 jam saja, tidak ada aktivitas berarti yang perlu dilakukan disana. Kemudian kami berangkat menuju Wisma Indonesia untuk "makan siang saja". Tidak ada penyambutan secara resmi dari pihak KBRI Kuala Lumpur. Kami maklum bahwa menurut orang Malaysia Indonesian Embbasy of Kuala Lumpur adalah Kedutaan besar yang paling sibuk kemudian diikuti oleh Kedubes Amerika.
Setelah makan siang, kami berakan ke National Science Malaysia. Banyak ilmu pengetahuan disana yang dapat kita pelajari, seperti prediksi ke masa depan, dan ada beberapa simulasi permainan pengetahuan yang menarik. Ternyata Indonesia saja sepertinya belum memiliki national science museum yang menarik. Di ITB SABUGA hanya beberapa saja, itupun miliki ITB bukan milik nasional. Kami berharap Indonesia memiliki national science museum seperti Malaysia bahkan Thailand yang lebih besar.
Setelah ke Nationl Muesum Malaysia, kami berangkat menuju pasar seni Malaysia. Sebelum sampai ke tempat tersebut, kami dibelokkan ke Coco Beutique (tempat penjualan coklat Malaysia yang terkenal). Menurut mereka tidak ada lagi coklat seperti ini di negara manapun. Peserta dari SI Jeddah menambahkan: "memang betul coklat tidak tumbuh di padang pasir :-)". Kami dijelaskan tentang bagaimana coklat yang baik dan tidak untuk kesehatan. Kami pun langsung menyerbu toko coklat tersebut sebagai oleh-oleh. Beberapa saat saja dari toko tersebut kami sampai di pasar seni Malaysia dekat dengan mesjid Jami yang terkenal itu. Banyak peserta yang mencari souvenir untuk dibawa pulang ke negara masing-masing. Walaupun harganya lebih mahal dibandingkan dengan Indonesia bahkan Thailand sendiri, peserta tetap antusias untuk mencari oleh-oleh di pasar seni ini. Pukul 07 sore pun kami berangkat lagi ke Rumah Makan Kampung Nelayan. Kami berpikir bahwa tempat tersebut dekat dengan pantai, ternyata jauh dari pantai. Tempat tersebut hanya berada diatas kolam besar. Wah ketipu juga, walaupun demikian seafood yang berkualitas dapat kita temukan disana, seperti udang, kepiting bahkan sosis pun ada disanan :-). Kita dapat memasak sendiri sea food apa yang kita sukai, dengan ala panci yang berkompor di atas meja, kami dapat makan sesuka hati. Akhirnya kami pulang dari sana dan sampai di penginapan sekitar pukul 09 malam. Karena pengaruh sea food akhirnya kami dapat tidur pulas........ Eh ya... adik kecil de Fia sedang ulang tahun keesokan harinya tanggal 29 November 2007. Tepat pukul 12 malem kami membangunkannya. Walaupun de Fia kelelahan tapi tetap bangun. Ternyata kemarin de Fia hunting oleh-oleh cukup jeli untuk mencari barang yang bagus tapi murah. Hampir seharian de Fia ikut dengan rombongan SI Tokyo karena ada teman sebayanya. 
 
< Prev   Next >