Home arrow News arrow School Activities arrow Workshop KTSP
inrayati.JPG
Browse this website in:
Home
Official Site
News
Links
Contact Us
News Feeds
Downloads
Admission for SD, SMP, SMA
Admission for Kindergarten
Kurikulum KTSP
Video Streaming SIB
YouTube SIB Bangkok
Daftar Buku T.P. 2019/2020
Workshop KTSP PDF Print E-mail
Friday, 08 February 2008

 Peningkatan profesionalisme guru di Sekolah Indonesia Bangkok terus ditingkatkan.Kamis, 7 Februari 2008 Sekolah Indonesia Bangkok mengadakan workshop mengenai pembuatan silabus KTSP, Perangkat evaluasi, hand out dan sertifikasi guru. Perencanaan mengenai workshop tersebut telah dirancang dari tahun 2007, tetapi baru bisa terealisasi pada awal Februari 2008.

Sekolah Indonesia Bangkok sengaja mendatangkan narasumber dari Indonesia yaitu Bapak Wasimin yang genap berusia 39 tahun pada tanggal 14 Maret tersebut. Seorang guru SMA 3 Semarang kelahiran kota Kudus ini sedang melanjutkan S3 di salah satu perguruan tinggi di Indonesia.

Walaupun hari libur dalam memperingati Tahun Baru Cina, guru-uru Sekolah Indonesia Bangkok tetap semangat bergegas datang ke KBRI Bangkok untuk mengikuti workshop, yang pada akhirnya dapat membuat Silabus, Rencana Program Pembelajaran, KKM dan Hand Out untuk peserta didik. Tidak banyak yang dapat dilakukan oleh guru karena keterbatasan waktu, tetapi Sekolah Indonesia Bangkok memiliki informasi lebih cepat dan terbaru tentang pengembangan KTSP ini.

Pak Wasimin memulai diskusi tentang sertifikasi seorang guru. Seorang guru harus lolos dari persyaratan sertifikasi seorang guru, apabila tidak lulus maka seorang guru berhak untuk ikut diklat untuk menempuh sertifikasi tersebut. Langkah pemerintah dalam hal ini tepat untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui Sumber Daya Manusia.Kompetensi seorang guru menurut sertifikasi tersebut harus memenuhi kompetensi pendagogik, kepribadian, sosial dan profesional.

Setelah berdiskusi tentang sertifikasi guru, materi selanjutnya adalah penyusunan silabus, rencana program pembelajaran, penysunan kriteria ketuntasan minimal dan penyusunan soal. Kami merasa sangat kurang informasi tentang perkembangan kurikulum tiap mata pelajaran. Alangkah baiknya apabila lingkup Sekolah Indonesia di Luar Negeri memiliki MGMP sendiri untuk bertukar informasi antar guru mata pelajaran.

 
< Prev   Next >