dididjd.JPG
Browse this website in:
Home
Official Site
News
Links
Contact Us
News Feeds
Downloads
Admission for SD, SMP, SMA
Admission for Kindergarten
Kurikulum KTSP
Video Streaming SIB
YouTube SIB Bangkok
Daftar Buku T.P. 2019/2020
Lokakarya KTSP Hari Kedua PDF Print E-mail
Monday, 12 February 2007

ImageHari kedua KTSP dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 11 Februari 2007. Peserta kali ini sudah menyusun bagian silabus yang sangat penting yaitu merumuskan indikator dari setiap kompetensi dasar yang telah ditetapkan sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.

Pasal 1 peraturan tersebut menjelaskan bahwa : Standar isi untuk satuan Pendidikan Dasar dan Menengah yang selanjutnya disebut Standar Isi mencakup lingkup materi minimal dan tingkat kompetensi minimal untuk mencapai kompetensi lulusan minimal pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Standar isi tersebut meliputi Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang harus dijabarkan lagi melalui indikator-indikator yang ditetapkan oleh guru masing-masing pelajaran.

 

Peserta lokakarya pada awalnya merasa kesulian untuk mengoperasikan indikator tersebut dengan menggunakan kata-kata operasional yang harus dimaknai kembali nantinya pada alat ukur apa yang cocok untuk mengukur indikator tersebut. Indikator adalah sesuatu hal yang harus dicapai melalui pembelajaran di kelas. Pemilihan squence setiap indikatorpun sangat penting diperhatikan sehingga ada urutan langkah pembelajaran yang pasti dan mudah dilaksanakan di kelas. Akhirnya peserta dapat menemukan kata-kata operasional tersebut yang dijadikan acuan untuk memilih alat ukur yang digunakan untuk setiap mata pelajaran.

Indikator yang dijabarkan setiap rumpun mata pelajaran  sangatlah berbeda, tidak setiap indikator yang digunakan pada rumpun mata pelajaran tertentu cocok diterapkan untuk rumpun mata pelajaran lainnya. Contohnya indikator rumpun mata pelajaran IPA belum tentu cocok diterapkan dengan mata pelajaran humaniora seperti Kewargaan Negara ataupun Pendidikan Agama. Tidaklah mudah untuk menentuan indikator pada rumpun mata pelajaran humaniora yang cenderung menitikberatkan pada afektif seseorang sehingga dapat diukur oleh alat ukur tertentu.

Pendidikan afektif sangatlah penting ditanamkan kepada peserta didik, apalagi mereka yang tinggal di luar negeri yang terkadang resonansi kognitif mereka telah terkooptasi oleh media yang mereka tonton, baca atau saksikan. Apa yang mereka  lihat, rasakan di Indonesia akan membentuk mereka untuk tidak simpatik terhadap Indonesia pada akhirnya lunturnya nilai-nilai nasionalisme Indonesia. Apa yang mereka rasakan di luar negeri lebih baik dibandingkan dengan apa yang terjadi di Indonesia, seperti tingkat kriminalitas yang tinggi, korupsi dan kenakalan remaja.

Terkadang terjadi pula resonansi kognitif yang negatif pada diri siswa, nilai-nilai yang dikembangkan dalam diri siswa di sekolah seperti  bekerja keras, berhemat, bertenggangrasa (tepa selira), hidup disiplin dan tertib, menghormati sesama, tidak sesuai dengan kenyataan di dalam masyarakat bahkan keluarga.  Mereka sering  melihat orang lain  dilingkungannya tidak perlu kerja keras tetapi fasilitas mudah didapat, tidak perlu hidup bertenggangrasa terhadap sesama bahkan dengan gurunya, karena sikap individualis dan materialis tinggi didalam masyarakat. Masyarakat menilai bahwa harta dan jabatan dijadikan sebagai patokan utama dalam menentukan stratifikasi sosial seseorang, Apalagi banyak kalangan ekspatriat yang bekerja di luar negeri hanya memiliki kesempatan yang sangat sedikit, sehingga kita mengingat ketika perkembangan ekonomi dalam masa food gathering (masa pengumpul makanan) 

Seorang guru memiliki PR yang sangat berat bukan hanya merumuskan KTSP menjadi kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan siswa akan tetapi memiliki beban moral yang sangat besar untuk menselaraskan nilai-nilai yang ada pada sekolah, keluarga dan masyarakat. Nilai nasionalisme adalah salah satu contoh nilai yang tidak boleh diabaikan oleh suatu bangsa, tetapi nilai-nilai yang kecil lainnyapun tidak boleh ditinggalkan oleh pendidik seperti menghargai sesuatu, bertenggangrasa, hidup disiplin dan tertib dan lain-lain.  

 
< Prev   Next >