ida.JPG
Browse this website in:
Home
Official Site
News
Links
Contact Us
News Feeds
Downloads
Admission for SD, SMP, SMA
Admission for Kindergarten
Kurikulum KTSP
Video Streaming SIB
YouTube SIB Bangkok
Daftar Buku T.P. 2019/2020
Pemilihan Ketua OSIS SIB PDF Print E-mail
Saturday, 24 February 2007

ImagePemilihan Ketua OSIS Periode 2007-2008 Sekolah Indonesia Bangkok pada hari Jumat tanggal 23 Pebruari 2007 berlangsung secara demokratis. Calon ketua OSIS Periode 2007-2008 kali ini yaitu dua siswi kelas II SIB yaitu Amalia Prima Putri (Rima) dan Nilam Betarina (Nilam). Seluruh siswa/i SIB kelas 2 SD sampai kelas 3 SMA memilih ketua OSIS secara langsung, umum, bebas dan rahasia, dengan disaksikan oleh Ibu Kepala Sekolah dan Dewan Guru.

Rima mengusung nama "Curry and Rice" dianalogikan berasal dari negara India yang terkenal dengan makanan berkari. Sedangkan Nilam  mengusung nama "Spageti" dianalogikan berasal dari negara Italia yang terkenal dengan spagetinya. Tidak ubahnya seperti negara Indonesia, pemilu ketua OSIS SIB kali ini melibatkan KPU (Komisi Pemilihan Umum) yang terdiri dari Tiar Friska (Tiar), Saskya Kirana P. Pane (Chacha) dan Abrina Nurmayanti (Brina). Hasil akhir pemilihan ketua OSIS tersebut dimenangkan oleh Rima dengan jumlah 21 suara dan Nilam dengan jumlah 19 serta 1 suara tidak sah.

Sebelum diadakan pemilihan umum sebagai forum tertinggi OSIS, para calonpun berkampanye baik melalui mading maupun media lain seperti dalam website.  Mereka berdua menyampaikan misi dan visinya tentang OSIS SIB mendatang. Beberapa siswa dan gurupun bertanya tentang program OSIS kedepan. Salah seorang siswa SD menanyakan tentang "program apa yang diberikan untuk siswa/i SD ?" Mereka menjawab dengan berbagai program yang strategis dan menarik untuk siswa/i SD seperti lomba menggambar.

OSIS sebagai "student government" sebagai laboratorium demokrasi di sekolah memberikan kontribusi besar dalam pendidikan politik siswa. Pendidikan politik bukan hanya tugas dari partai politik ataupun pemerintah bahkan guru Kewargaan Negara akan tetapi tanggungjawab kita semua dalam menanamkan nilai-nilai demokrasi dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai pendidikan politik hendaknya ditanamkan sejak dini seperti rela berkorban, nasionalisme, suportif, menghargai kemajemukan, berlapang dada, tepa selira, menghargai prestasi orang lain bahkan mengakui kekalahan.

 

 
Next >