Home arrow News arrow School Activities arrow Pak Surat Generasi Ke-3 Komunitas Jawa di Bangkok
riana.JPG
Browse this website in:
Home
Official Site
News
Links
Contact Us
News Feeds
Downloads
Admission for SD, SMP, SMA
Admission for Kindergarten
Kurikulum KTSP
Video Streaming SIB
YouTube SIB Bangkok
Daftar Buku T.P. 2019/2020
Pak Surat Generasi Ke-3 Komunitas Jawa di Bangkok PDF Print E-mail
Thursday, 19 April 2007

 Tidak terasa 2 (dua) jam pelajaran Sosiologi dihabiskan dengan mendatangkan seorang saksi sejarah ke dalam kelas. Kelas VII SMA IPS siang ini mengundang Bapak Surat Prajitpong sebagai guru kelas dalam Mata Pelajaran Sosiologi dengan Kompetensi Dasar Perubahan Sosial Budaya. Pak Surat adalah generasi ke-3 dari orang Jawa yang berada di Thailand sejak sekitar 150 tahun yang lalu. Kakek dari Pak Surat ini adalah asli orang Jawa yang beragama Islam datang ke Thailand yang dipekerjakan oleh Pemerintah Belanda ketika masih menjajah Indonesia. Beliau menceritakan pengalamannya sejak kecil sampai menjadi seorang bapak dari ketiga putranya. Keyakinan tentang ke-Islamannya yang ditanamkan oleh orangtuanya sangatlah kuat, karena tidak sedikit teman sepermainannya bahkan teman sekolah agama seperti teman mengaji telah memilih keyakinan yang baru, tutur beliau yang saat ini sebagai karyawan di Sekolah Indonesia Bangkok.

Salah satu peninggalan yang sangat dirasakan penting oleh kita adalah adanya komunitas Jawa di Bangkok, apabila kita datang ke Bangkok, mampirlah di daerah Saton. Di daerah tersebut masih terdapat sebuah mesjid dengan nama Mesjid Jawa yang masih mempertahankan arsitektur Jawa. Apabila kita masuk ke Mesjid tersebut, terasa kita telah sampai di daerah Jawa Indonesia. Akan terasa lagi berkunjung ketika Hari Raya Idul Fitri, masih banyak wanita yang mengenakan pakaian kebaya ala Jawa dengan hidangan lontong sayur. Budaya inilah yang pada saat ini sudah mulai pudar. Hal ini bukan tanggungjawab komunitas Jawa yang berada di Bangkok saja akan tetapi juga pemerintah dalam hal ini KBRI dapat ikut andil dalam melestarikan budaya bangsa yang berada di negara lain. Bahkan kita semua memiliki tanggungjawab yang sama sebagai duta bangsa Indonesia.

Kesimpulan yang didapat dari obrolan yang santai tetapi dapat mengungkapkan perubahan sosial budaya masyarakat Thailand khususnya Muslim Thailand di Bangkok, bahwa perbedaan yang sangat menonjol tentang perubahan sosial budaya pada masyarakat Muslim Thailand di Bangkok adalah perubahan pola hidup khususnya generasi muda. Pak Surat sangat sedih sekali ketika melihat para remaja yang tidak memakmurkan mesjid lagi. Hanya orang tua berumur 50 tahun keatas sajalah yang masih di mesjid. Bahkan bukan hanya itu pindah keyakinan dari keluarga Muslim sangat rentan sekali terutama melalui jalur perkawinan.

Pembelajaran dalam disiplin ilmu pengetahuan sosial atau social studies dalam persekolahan terkadang tidak menarik perhatian siswa, bahkan banyak pandangan orang tua memandang sebelah mata pada disiplin ilmu ini. Social studies \tidak kalah pentingnya dari Natural Science. Pendidik hendaknya memiliki langkah yang strategic dalam pembelajaran. Mengundang seorang pelaku sejarah salah satu metode dalam pembelajaran ilmu pengetahuan sosial. Sebenarnya Pendidikan pengetahuan sosial sangat berbeda dengan ilmu-ilmu sosial atau social science. Social Science menekankan pada kajian keilmuan tentang ilmu sosial seperti Ilmu Ekonomi, Manajemen, ilmu politik, dan lain-lan yang bertujuan untuk memahami secara mendalam tiap disiplin, sedangkan social studies adalah penyederhanaan ilmu-ilmu sosial diramu menjadi sebuah disiplin yang bersifat tematik.

Pengorganisasian social studies bukan sparated curriculum dalam artian hanya satu disiplin ilmu sosial akan tetapi menggunakan integrated curriculumSocial studies bertujuan untuk memanusiakan manusia, bagaimana seorang peserta didik dapat memahami dirinya bukan hanya makhluk individu yang hanya bisa makan dan mememuhi kebutuhan sendiri akan tetapi dapat memahami dirinya bagian dari masyarakat. Apabila seorang peserta didik telah memiliki sense of belonging terhadap suatu budaya maka mereka pun akan tumbuh sense of responsibility terhadap budaya tersebut.
Mudah-mudahan dengan berbagai pengalaman belajar, siswa dapat memahami makna tentang kehidupan nyatanya kelak.

 
< Prev   Next >