riana.JPG
Browse this website in:
Home
Official Site
News
Links
Contact Us
News Feeds
Downloads
Admission for SD, SMP, SMA
Admission for Kindergarten
Kurikulum KTSP
Video Streaming SIB
YouTube SIB Bangkok
Daftar Buku T.P. 2019/2020
Kepedulian terhadap Hardiknas PDF Print E-mail
Wednesday, 02 May 2007

ImageOleh: Nilam betarina (XI SMA IPA) 

Hari pendidikan nasional yang jatuh pada tanggal 2 mei, adalah salah satu hari yang penting bagi Indonesia, munculnya pendidikan yang dipelopori oleh Ki Hajar Dewantara, karena beliau menjadi  pelopor Perguruan Taman Siswa, sebagai alat pelestarian pendidikan di Indonesia, oleh karena itu, dia diangkat menjadi bapak pendidikan nasional dan hari lahirnya yaitu pada tanggal 2 mei (1889), dijadikan sebagai salah satu hari penting yaitu hari pendidikan nasional oleh pemerintah pada tahun 1959 atas jasanya di bidang pendidikan.

 

Hari Pendidikan Nasional 2 Mei dirayakan setiap tahun, tetapi perayaan itu lebih merupakan ritual nasional daripada kesempatan untuk memikirkan kembali dengan sungguh-sungguh keadaan pendidikan nasional kita. Tidak kelihatan ada kecemasan tentang akibat yang harus ditanggungnya dan dampak yang dibawanya, bila keadaannya tidak mengalami perubahan dan pembaruan yang bersifat mendasar.

  

Hal tersebut menunjukkan bahwa, tidak adanya kepedulian dari bangsa terhadap majunya pendidikan di Indonesia, kurangnya kesadaran dalam berpendidikan, peran serta masyarakat, pemerintah, sangat dibutuhkan bagi kelangsungan pendidikan pada suatu negara.

  

Pelajar, merupakan salah satu contoh dalam pelaksanaan pendidikan, akan tetapi banyak pelajar yang melupakan apa itu hari pendidikan nasional? Apa keuntungan untuk merayakan hari tersebut?. Bahkan para pelajar zaman sekarang tidak mengerti apa yang menyebabkan timbulnya hari itu, mereka lebih tertarik dengan sesuatu yang cenderung terarah terhadap sesuatu yang mereka anggap “modern”, padahal hari pendidikan nasional merupakan hari yang seharusnya diperingati dengan berbagai hal yang positif.

  

Profesi guru yang tempo dulu dihormati dan menempati posisi terpandang di mata masyarakat lambat laun mengalami perubahan. Perubahan ini disebabkan berbagai faktor, antara lain moralitas guru yang tidak terjaga, kurangnya kemampuan profesi yang dimiliki guru dan tingkat ekonomi guru yang masih rendah. Terkait dengan moralitas banyak ditemui guru-guru yang justru tidak mencerminkan sikap dan perilaku terpuji, sehingga tidak layak lagi untuk diteladani siswa-siswanya. Tingkat kesejahteraan guru yang kurang terjamin memaksa untuk mencari kerja sambilan, sehingga melemahkan konsentrasinya pada peningkatan kualitas dan kapasitas dirinya. Guru berkecenderungan untuk mengajar dan mendidik siswa ala kadarnya, bahkan sekadar masuk kelas tanpa target belajar yang jelas dan terarah.

  

Peranan guru seperti pemaparan di atas, banyak terjadi di Indonesia, akan tetapi, tidak semua guru melakukan tindakan seperti diatas, guru merupakan salah satu aspek penting dalam pendidikan, tanpa adanya guru, apa jadinya bangsa ini? Guru memiliki yang sangat penting dalam pendidikan, para pemimpin bangsa, dokter, arsitek dan seseorang yang sukses, tidak lepas dari peranan guru.

 

Peningkatan pendidikan di Indonesia yang diambil alih oleh pemerintah juga belum dapat meningkatkan proses belajar mengajar di Indonesia, banyak pihak pelajar yang menjadi alat percobaan suatu kurikulum baru yang belum tentu cocok dengan para pelajar, hal tersebut banyak mempengaruhi, sehingga banyak pelajar yang memutuskan untuk berhenti bersekolah atau memutuskan pendidikannya, padahal itu hanya sebagian kecil, masih banyak para pemuda pemudi yang tidak memiliki biaya untuk melanjutkan pendidikan mereka, tidak jarang mereka memiliki semangat yang berkobar untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi.

  

Akan tetapi, tidak hanya guru yang memiliki peranan, masyarakat, pelajar, dan pemerintah juga harus ikut ambil bagian dalam pelestarian pendidikan. Untuk mendapatkan ilmu pengetahuan, tidak hanya didapat dari sekolah, para pelajar seharusnya memiliki keinginan yang keras yang haus akan pendidikan, akan tetapi hal itu akan terlaksana dengan baik tanpa adanya dukungan dari semua pihak.

 

Kepedulian terhadap hari pendidikan nasional, harus lebih di tingkatkan oleh berbagai pihak, dengan adanya semangat akan peningkatan pendidikan menjadi nilai lebih dan investasi bagi bangsa Indonesia di bidang pendidikan,

     Nilam Betarina  2 SMA IPA
 
< Prev   Next >