Home
dew.jpg
Browse this website in:
Home
Official Site
News
Links
Contact Us
News Feeds
Downloads
Admission for SD, SMP, SMA
Admission for Kindergarten
Kurikulum KTSP
Video Streaming SIB
YouTube SIB Bangkok
Daftar Buku T.P. 2018/2019
Ujian Semester
Count to
Time left
0 days
0 hours
0 minutes
Login Form





Lost Password?
No account yet? Register
Statistic
403,528Visitors:
58Visitors today:
70Visitors yesterday:
79.39Visitors per day: Ø
2.46Page views per visitor: Ø

Announcements

Ekstrakurikuler
  • Kegiatan Ekstrakurikuler untuk SD Kelas 1 s/d 6 dilaksanakan setiap Pukul 15.30-17.00 hari Senin=Gamelan dan Renang, Selasa=Sepak Bola, Rabu=Pencak Silat, Kamis=Tari Tradisional dan Tahsin Quran, dan Jumat=Pramuka Pukul 14.00-16.00 dan Badminton.
  • Kegiatan Ekstrakurikuler untuk SMP dilaksanakan setiap hari Senin=Gamelan, Selasa=Pencak Silat, Rabu=Sepak Bola dan Batik, Kamis=Tari Tradisional dan Tahsin Quran, dan Jumat Latihan Pramuka Pukul 14.30-16.00 dan Badminton.
  • Kegiatan Ekstrakurikuler untuk SMA dilaksanakan setiap hari Senin=Gamelan dan Tahsin Quran, Selasa=Pencak Silat, Rabu=Sepak Bola dan Batik, Kamis=Tari Tradisional, dan Jumat Latihan Pramuka Pukul 14.30-16.00 dan Badminton.
 
EKSPRESIKAN JIWA MUDAMU: FESTIVAL BULAN BAHASA DAN SASTRA PDF Print E-mail
Monday, 28 October 2019

“Kembalikan Indonesia padaku!” Gelegar suara Stefanus Tyas, siswa Sekolah Indonesia Bangkok (SIB), menyemarakkan suasana dengan aksi membaca puisi bersama teman sekelasnya pada hari Senin, 28 Oktober 2019. Kegiatan yang diadakan untuk memperingati hari Sumpah Pemuda itu merupakan acara puncak “Festival Bulan Bahasa dan Sastra”, dengan serangkaian acara dan lomba-lomba untuk para siswa Sekolah Indonesia Bangkok. Festival dimulai dengan diadakannya pelatihan menulis, bercerita, dan membuat film pendek, yang berlangsung selama dua hari, yaitu tanggal 10 – 11 Oktober 2019. Pelatihan dibagi ke dalam dua kategori, yaitu pelatihan bercerita untuk tingkat SD, dan pelatihan menulis cerpen, puisi, membaca puisi, serta membuat film pendek untuk tingkat SMP-SMA. Siswa mengikuti kegiatan dengan antusias karena mereka diberi kesempatan langsung untuk berkarya saat itu juga. Siswa SD dibagi menjadi beberapa kelompok untuk membawakan sebuah cerita dengan alat bantu, seperti boneka tangan dan kertas bergambar. Begitu pula dengan siswa SMP-SMA, mereka berkreasi untuk mengekspresikan semangat dan jiwa muda mereka dengan menulis puisi dan cerita pendek, sesuai tema yang diberikan, yaitu kepemudaan. Dengan penuh penghayatan, beberapa siswa tampil di hadapan peserta lain untuk membacakan puisi buah karya penyair kawakan Sapardi Djoko Damono yang berjudul “Aku Ingin”. Pelatihan ditutup dengan pengumuman diadakannya lomba untuk semua kategori pelatihan, dan semua karya dikirim melalui surat elektronik ke panitia bulan bahasa. Penganugerahan karya terbaik diberikan pada tanggal 28 Oktober lalu, dengan didahului aksi teatrikal Sumpah Pemuda oleh para siswa SIB. Dilanjutkan dengan musikalisasi puisi oleh guru, Yakub Arbani, yang berjudul “Mengenal Tanda-Tanda”, karya Taufik Ismail. Sebuah esai berjudul “Jangan Panggil Aku Orang Utan” pun dibacakan dengan sepenuh jiwa oleh penulisnya, Didid Djanu Dwiana, yang merupakan curahan kegelisahannya tentang kebakaran hutan di Indonesia pada tahun 2014. Kegiatan ini berlangsung dengan meriah dan unik, karena para pembawa acara tidak hanya tampil monoton, melainkan dengan memainkan drama populer, Bawang Merah dan Bawang Putih. Kategori film pendek terbaik diraih oleh kelas 10 dengan judul “Luka” yang menyampaikan pesan tentang seberapa banyak masalah yang kita punya haruslah kita hadapi. Sedangkan juara menulis puisi adalah Faradhiba Salsyabilla, “Suara Pemuda”, yang karyanya dibacakan oleh Fatiyyah Azzahra, yang juga memenangkan lomba membaca puisi. Cerpen berjudul “Bangkit” oleh Azizah Ramadhani berhasil menyabet juara pertama. Dalam sambutannya, Olih Sodikulhikmah, selaku kepala sekolah mengatakan bahwa kegiatan ini diadakan agar para siswa SIB dapat mengasah keterampilan dalam berolah bahasa, dan mengekspresikan semangat muda mereka melalui karya-karya literasi konvensional maupun digital. Kesuksesan acara ini juga didukung oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Dr. Mustari, M. Pd. yang berpesan kepada para generasi muda untuk menjadi ujung tombak dalam melestarikan bahasa nasional, bahasa Indonesia, sesuai dengan semangat Sumpah Pemuda. (IS)


 

 
Next >