Home arrow News arrow School Activities arrow Hari Kedua Sanlat 2007 SIB
darmanto.jpg
Browse this website in:
Home
Official Site
News
Links
Contact Us
News Feeds
Downloads
Admission for SD, SMP, SMA
Admission for Kindergarten
Kurikulum KTSP
Video Streaming SIB
YouTube SIB Bangkok
Daftar Buku T.P. 2019/2020
Hari Kedua Sanlat 2007 SIB PDF Print E-mail
Monday, 24 September 2007

 Oleh Agus Sukina.
Tepat pukul 03 00 santriwan/wati SIB mulai bangun untuk menyiapkan makan sahur, sungguh malam yang sangat beda karena keramaian warna perasaan sesuai dengan suara yang muncul seakan memecahkan suasana malam yang jarang ditemui di kota Bangkok ini. Setelah makan sahur tepatnya pukul 04 25  santriwan/wati  berkemas-kemas untuk mengikuti sholat Shubuh berjamaah, diimami oleh bp. Sholeh dua roka’at dilaksanakan dan kultum diisi oleh ibu Agustina R. bertema tentang seorang muslim yang berprestasisesuai suri tauladan nabi besar Muhammad S.A.W. 

Istirahat berikutnya, setelah kultum selesai  sampai jam 10.00. Peserta dianjurkan untuk tidur kembali sampai pada jadwal penanaman tekat kerja keras yang disampaikan oleh bp. Solichin dan bp. Anwar. Sampai  dan dilanjutkan menulis arab dan seni kaligrafi untuk SMP dan SMA. Dalam menulis arab dan kaligrafi rupanya para siswa kekurangan waktu karena kebetulan saat Jumatan telah tiba. Kaligrafi dibatasi ruang lingkupnya yaitu mengenai kata yang tepuji untuk SD, dan kalimat terpuji selain basmalah dengan menggunakan alat pewarna cat air untuk SMP dan SMA.  

Setelah sholat Jum’at santriwan/wati kembali untuk mengikuti sajian film The Message (perintah suci). Peserta untuk sesion kali ini tidak hanya khusus yang beragama islam saja tetapi siswa SIB agama lain juga diwajibkan untuk menontonnya. Hal ini juga untuk menjaga agar hubungan antar umat beragama di sekolah dan di masyarakat tertanam supaya harmonisasi sosial masyarakat dapat terjalin dan terjaga, sesuai atas anjuran bp. Didid Janu Dwiana  selaku wakil kepala sekolah urusan kesiswaan. Oleh bp. Bekti Santriwan/wati dalam menikmatinya juga diwajibkan untuk menjawab lembar pertanyaan yang berkaitan dengan sejarah rosul  sesuai alur cerita tayangan itu, sehingga tontonan diikuti dengan khitmat. Sampai pada saat sholat Ashar pemutaran film dihentikan untuk mengikuti ibadah sholat berjamaah, setelahnya kultum disampaikan oleh bp. Sholeh.

Tepat pukul 16.00 sampai 17.30 giliran bp. Didid membimbing acara outbond dengan tema kebersamaan kekompakkan dan kreatifitas wajib digalakkan. Aplikasinya para santri dan siswa SIB yang beragama lain, berlomba memasukkan karet gelang melalui tusuk gigi yang di tancapkan ke gigi, dua  kelompok besar berlomba, mana yang lebih cepat dalam urutan kerjasamanya itulah yang menang. Dan adu cepat untuk tim lari yang terdiri dari 3 pelari yang salah satu kaki diikat, dan untuk yang berada di tengah kedua kakinya  diikat. Acara ini sangat menarik sehingga tidak terasa waktu menjelang buka puasa telah tiba dan para santri dibubarkan pada pukul 17. 30 untuk menuju pondoknya masing-masing. 

Sholat maghrib seperti biasa dilakukan dengan berjamaah sebelum makan nasi sayur atau makan besar dilakukan, karena kalau makan nasi didulukan maka yang kekenyangan akan malas-malasan untuk melakukan ibadah selanjutnya, untuk itu waktu buka hanya minum dan makan secukupnya seperti roti, naget dan yang sifatnya makanan ringan. Seperti biasa sehabis  makan tidak  terasa pula  adzan Isha’ sudah berkumandang, karena antri untuk makan sebenarnya tidak panjang, namun makannya anak-anak agak pelan  tidak seperti makannya anak kampung. 

Para santri kemudian menuju ke masjid utuk mengikuti jamahah sholat Isha’ yang dilanjutkan jamaah sholat tarowih, dan tidak seperti biasa sehabis tarowih diteruskan dengan kultum, tetapi malam ini dipergunakan untuk lomba  hafalan surat pendek dalam Al-Qur’an dan kumpulan do’a sehari-hari yang telah dikuasai. Peserta dibatasi yaitu dari TK sampai kelas 3 SD, namun tidak menutup kemungkinan  sekolah luar SIB boleh mengikutinya, tetapi umur standar dengan ketentuan yang telah  ada. Acara ini dipimpin oleh ibu Agustina, sebagai dewan yuri panitia memilih ibu Wisnu, bp. Sulaiman dan bp. Adi. Nampaknya peserta masih polos belum tahu apa yang dilakukannya, walaupun memang tingkat kecerdasan rata-rata tinggi sehingga suasana jadi ramai karena lucu.  

Malam  itu dilanjutkan dengan acara Tadhabur alam yang dilaksanakan di spot hall dan ruang sanggar kesenian, terbagi empat kelompok dimana masing-masing kelompok dibekali dengan topik yang berbeda. Diantara topik yang ada mengenai tanda-tanda  hari kiamat/akhir, hubungan antara akhlak manusia dengan alam sekitarnya, ekosistem diakhiri menonton film siksa kubur yang ditemukan seorang ikhwan dari Sirberia Rusia. Santriwan/santriwati sangat terkesan dengan tayangan tersebut, dengan tidak sadar intropeksi pada dirinya sendiri, bahwa ternyata bekal amal, iman serta taqwanya hanya baru sampai pada mulut, mereka rasa kesiapan untuk mati masih dianggap belum ada, padahal ajal tidak tahu kapan akan menjemputnya. Malam larut anak-anak istirahat dengan pulas, dan punya keinginan untuk  mulai akan mengubah perilaku yang dianggap kurang pantas, menambah amal dan akan berbakti kepada orang tua.

 
< Prev   Next >