business loans >
Home
surat.JPG
Browse this website in:
Home
Official Site
News
Links
Contact Us
News Feeds
Downloads
Admission for SD, SMP, SMA
Admission for Kindergarten
Kurikulum KTSP
Video Streaming SIB
YouTube SIB Bangkok
Daftar Buku T.P. 2017/2018
Ujian Semester
Count to
Time left
0 days
0 hours
0 minutes
Login Form





Lost Password?
No account yet? Register
Statistic
345,875Visitors:
78Visitors today:
102Visitors yesterday:
77.85Visitors per day: Ø
2.51Page views per visitor: Ø

Announcements

Ekstrakurikuler
  • Kegiatan Ekstrakurikuler untuk SD Kelas 1 s/d 6 dilaksanakan setiap Pukul 15.30-17.00 hari Senin=Gamelan dan Renang, Selasa=Sepak Bola, Rabu=Pencak Silat, Kamis=Tari Tradisional dan Tahsin Quran, dan Jumat=Pramuka Pukul 14.00-16.00 dan Badminton.
  • Kegiatan Ekstrakurikuler untuk SMP dilaksanakan setiap hari Senin=Gamelan, Selasa=Pencak Silat, Rabu=Sepak Bola dan Batik, Kamis=Tari Tradisional dan Tahsin Quran, dan Jumat Latihan Pramuka Pukul 14.30-16.00 dan Badminton.
  • Kegiatan Ekstrakurikuler untuk SMA dilaksanakan setiap hari Senin=Gamelan dan Tahsin Quran, Selasa=Pencak Silat, Rabu=Sepak Bola dan Batik, Kamis=Tari Tradisional, dan Jumat Latihan Pramuka Pukul 14.30-16.00 dan Badminton.
 
Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
Wednesday, 02 May 2007
 Image Oleh: Abrina Nurmayanti  (XI SMA IPA)

Pahlawan Tanpa Tanda Jasa. Siapakah mereka?

Dulu, sewaktu saya masih di bangku Taman Kanak Kanak, sebagian besar teman saya bertanya-tanya, “Apa itu artinya pahlawan tanpa tanda jasa?” Ketika Suster Rosaline, kepala sekolah saya sewaktu TK, bertanya pertanyaan tersebut di kelas saya. Hampir semua berceloteh. Ada yang menjawab Diponegoro, ada juga yang menjawab Panglima Polim. Suster Rosaline hanya tersenyum, lalu berkata bahwa saya dan teman-teman diharuskan bertanya pada orang tua kami sendiri arti dari “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa” itu.

 

Sepulang dari sekolah, saya langsung menanyakan pertanyaan tersebut ke ibu saya. Ibu lalu berkata, yang dimaksud dengan pahlawan tanpa tanda jasa adalah guru. Saya terkejut, karena yang saya tahu waktu itu, pahlawan-pahlawan kita sudah lama meninggal di medan perang. Ibu lalu menjelaskan, pahlawan adalah orang yang memiliki sifat terpuji, yang mengorbankan dirinya untuk sesama manusia. Lalu saya bertanya lagi, apa itu pengorbanan dari guru? Ibu menjelaskan lagi, pengorbanan dari guru adalah mengajar kita sepenuh hati, membimbing kita belajar hingga kita merasa bisa, dan lain sebagainya. Saya mengangguk-angguk dan merasa mengerti pada waktu itu.

 
Read more...
 
Kunjungan SIB ke Komunitas Jawa di Bangkok
Thursday, 26 April 2007

 Dengan berbekal penasaran dari pernyataan Pak Surat, akhirnya siswa kelas XI SMA IPS Tiar dan Novel ditemani oleh Saskya (siswi XII SMA IPS yang sedang mengikuti ujian akhir) datang ke Komunitas Jawa di Bangkok. Tidak bedanya dengan ciri khas dari komunitas muslim di Thailand adalah berdampingan antara Mesjid dan pekuburan, kampung Jawa yang mayoritas muslim pun terdapat Mesjid dan Pekuburan yang besar sekitar 1000 kuburan lebih dengan luas 2 hektar.

Pada awalnya komunitas Jawa di sana cuma 5 orang asli dari Jawa, Bapak Ahmad Aska (84 tahun) adalah keturunan Jawa tertua di Kampung Jawa dari 5 bersaudara yang telah dikaruniai 11 orang putra/i tersebut. Beliau bercerita bagaimana orang tuanya datang ke Bangkok dan menetap serta menikah. Aska Bin Roso, ayah beliau adalah pekerja yang berasal dari Kendal Jawa Tengah yang dipekerjakan oleh Jepang ketika Perang Dunia II yang terkenal dengan peristiwa pengeboman rel kereta api oleh sekutu di Kanchanaburi. Jika anda ingin pergi ke Kanchanaburi, sekitar 2 jam perjalanan dari Bangkok, anda dapat melihat museum JEATH (Jepang, Europe, Australia and Thailand).

Read more...
 
Pak Surat Generasi Ke-3 Komunitas Jawa di Bangkok
Thursday, 19 April 2007

 Tidak terasa 2 (dua) jam pelajaran Sosiologi dihabiskan dengan mendatangkan seorang saksi sejarah ke dalam kelas. Kelas VII SMA IPS siang ini mengundang Bapak Surat Prajitpong sebagai guru kelas dalam Mata Pelajaran Sosiologi dengan Kompetensi Dasar Perubahan Sosial Budaya. Pak Surat adalah generasi ke-3 dari orang Jawa yang berada di Thailand sejak sekitar 150 tahun yang lalu. Kakek dari Pak Surat ini adalah asli orang Jawa yang beragama Islam datang ke Thailand yang dipekerjakan oleh Pemerintah Belanda ketika masih menjajah Indonesia. Beliau menceritakan pengalamannya sejak kecil sampai menjadi seorang bapak dari ketiga putranya. Keyakinan tentang ke-Islamannya yang ditanamkan oleh orangtuanya sangatlah kuat, karena tidak sedikit teman sepermainannya bahkan teman sekolah agama seperti teman mengaji telah memilih keyakinan yang baru, tutur beliau yang saat ini sebagai karyawan di Sekolah Indonesia Bangkok.

Read more...
 
<< Start < Prev 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 Next > End >>

Results 429 - 432 of 444