Harapan Calvin Tentang Pendidikan Nasional
Saturday, 05 May 2007

ImageOleh: Calvin (VII SMP)

Saya harap bahwa pendidikan yang berada di Indonesia dimajukan seperti tempat les diadakan di semua tempat. Diberikan kurikulum yang bisa memberikan semua orang mengerti atau dapat mengikuti. Dibangun sekolah-sekolah yang lebih bermutu dan kokoh. Saya berharap juga berikan fasilitas belajar yang bagus dan membuat senang. Teknologi belajar juga saya harap dimajukan, dan berikan guru-guru yang sungguh sangat siap menghadapi anak-anak Indonesia.

Saya ingin juga mengajukan bahwa hari libur bisa dipakai untuk belajar dengan guru sekolahnya, ke rumah kita atau disediakan guru pivate. Anak Indonesia juga bisa diajukan untuk mengikuti cerdas cermat antar negara. Mungkin juga bisa ditambkan kurikulum Internasional. Berikan juga kepada kami tambahan English Study di tempat-tempat tertentu. Agar Indonesia bisa maju tambahkan pelajaran-pelajaran bahasa-basaha asing seperti Cina dan Jepang. Sekarang smeua anak minimal harus sekolah sampai SMA bukan SMP lagi atau bisa disebut belajar sembiln tahun.

Di sekolah dasar juga kita tambahkan upgrade pelajaran. Seperti perhitungan matematika. Kita baguskan juga bahasa Indonesia kita, mungkin saja itu bisa dikembangkan untuk bahasa asing, kalau bahasa kita terkenal, bisa saja orang asing mengikuti metode balajar kita. Indonesia pun harus bisa merubah teknolofi pembelajaran yang lebih akurat. Setiap pulang sekoalh di hari tertentu sediakanlah fasilitas pelajaran untuk anak-anak yang kurang paham. Adakanlah sekolah-sekolah yang sedia menanggung anak-anak yang orang tuanya hanya bekerja sebagai supir bus, kondektur, tukang becak, dll. Berikanlah beasiswa untuk anak yang pandai agar bisa melanjutkan sekolahnya ke luar negeri.

Kita juga harus mempertimbangkan antara kurikulum Internasional dan nasional. Bagilah rata kurikulum itu di semua sekolah. Jangan hanya sekolah yang mewah, bisa saja sekolah-sekolah biasa-biasa saja bisa mendapatkan kurikulum yang lebih tinggi. Jadi kita harus membagi rata antara sekolah yang mewah dan sekolah yang biasa-biasa saja. Pindahkanlah anak yang pintar dari sekolah yang biasa ke yang bagus atau sekolahkan dia ke luar negeri. Banyaklah membangun sekolah yang mencakup dua kurikulum yaitu internasional dan nasional.